Pada tanggal 24 Juli 2024, di Hotel Nusantara Syariah, Kabupaten Lampung Timur, sebuah acara penting telah digelar yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman dalam mewujudkan konsep desa cerdas atau smart village. Acara ini merupakan Bagian dari Bimbingan Teknis (Bimtek) Smart Village yang diikuti oleh operator desa dari berbagai wilayah, termasuk Operator Desa Purbosembodo.
Acara ini dipandu oleh dua pelatih yang berpengalaman dalam bidangnya, yaitu Wargana (Gogon) dan Febri Kurniawan. Mereka memberikan wawasan mendalam mengenai konsep dan implementasi smart village, serta strategi untuk mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan melalui teknologi dan inovasi.
Konsep Smart Village
Smart village merupakan konsep yang mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dengan pembangunan desa untuk meningkatkan kualitas hidup penduduknya. Dengan memanfaatkan TIK, desa dapat mengoptimalkan pelayanan publik, mengembangkan ekonomi lokal, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan.
Materi yang Dibahas
1. **Pengenalan Konsep Smart Village**: Peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai definisi dan manfaat dari desa cerdas, serta studi kasus dari desa-desa yang telah sukses menerapkan konsep ini.
2. **Teknologi Terapan untuk Desa**: Diskusi mengenai teknologi yang dapat diterapkan di desa, seperti sistem informasi geografis (SIG), internet of things (IoT), e-government, dan aplikasi pintar untuk memonitor dan mengelola sumber daya desa.
3. **Pengembangan Ekonomi Berbasis Teknologi**: Bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan sektor ekonomi di desa, termasuk dalam bidang pertanian, pariwisata, dan kerajinan lokal.
4. **Partisipasi Masyarakat**: Pentingnya melibatkan masyarakat dalam pengembangan desa cerdas, mulai dari pendidikan masyarakat tentang teknologi hingga memfasilitasi partisipasi dalam pengambilan keputusan.
Dampak dan Harapan
Partisipasi Operator Desa Purbosembodo dalam bimtek ini diharapkan dapat menghasilkan perubahan positif dalam pengelolaan dan pengembangan desa mereka. Dengan pengetahuan baru yang didapat, mereka diharapkan mampu mengimplementasikan teknologi secara efektif, meningkatkan efisiensi pelayanan publik, dan membuka peluang baru untuk pertumbuhan ekonomi lokal.
Kegiatan seperti bimtek smart village ini merupakan langkah strategis dalam membangun infrastruktur manusia yang unggul di tingkat lokal, sehingga mampu beradaptasi dan bersaing dalam era digital ini. Semoga Operator Desa Purbosembodo dan peserta lainnya dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk kebaikan bersama dan kemajuan desa mereka ke arah yang lebih baik.
Dengan demikian, dapat diharapkan bahwa desa-desa di Kabupaten Lampung Timur akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mewujudkan visi pembangunan berkelanjutan melalui konsep smart village yang holistik dan inklusif.
Metro Kibang